Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jan
Tim dosen dan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Energi Bersih melalui Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai Sumber Energi Terbarukan untuk Pertanian Desa Sajen, Pacet”. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pertanian berkelanjutan berbasis energi ramah lingkungan.
Tim pelaksana yang terdiri dari Giovanni Dimas Prenata, Maulana Arief, Andi Patriadi, Ahmad Ridho, dan Kukuh Setyadji dari Program Studi Teknik Elektro, Ilmu Komunikasi, dan Teknik Sipil UNTAG Surabaya, mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi petani setempat, yakni serangan hama ulat grayak yang kerap merusak tanaman pada malam hari.
Sebagai solusi, tim mengimplementasikan sistem PLTS untuk mengoperasikan lampu penangkap serangga yang bekerja secara otomatis pada malam hari. Penentuan lokasi dilakukan secara cermat untuk memastikan paparan sinar matahari optimal, dengan intensitas radiasi matahari di Desa Sajen berkisar 4,8–5,2 kWh/m² per hari, sehingga sangat ideal untuk penerapan teknologi surya.
Sistem PLTS dirancang dengan memperhatikan ketahanan dan keamanan terhadap kondisi lingkungan luar. Menggunakan total daya 66 W yang terdiri dari 6 unit lampu 11 W serta baterai yang diisi penuh pada siang hari, sistem ini mampu beroperasi secara stabil selama 10–12 jam pada malam hari. Hasil pengujian teknis selama tujuh hari menunjukkan sistem mampu mengisi baterai penuh dalam waktu 4–5 jam dengan efisiensi total mencapai 69 persen.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menitikberatkan pada pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Kelompok Tani “Sajen Makmur” dilibatkan sejak tahap awal, mulai dari penyuluhan, instalasi, hingga perawatan sistem. Setelah mendapatkan pelatihan intensif, masyarakat secara resmi menerima serah terima sistem PLTS dan dinyatakan mandiri dalam pengelolaan serta pemeliharaan harian.
Dari sisi dampak, penerapan PLTS ini terbukti efektif menurunkan populasi hama hingga 55 persen dalam lima hari, menghemat biaya energi sekitar Rp120.000 per bulan, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida hingga 60 persen. Selain itu, tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap teknologi energi surya meningkat hingga 82 persen, sekaligus meningkatkan keamanan aktivitas pertanian pada malam hari.
Kegiatan ini menegaskan komitmen UNTAG Surabaya sebagai Kampus Berdampak dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis energi terbarukan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.